Gandeng Komponen Masyarakat, Grup 2 Kopassus Gelar Komsos

Kartasura – RSC – Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasura menggelar komunikasi sosial (komsos) dengan komponen masyarakat di Grup 2 Kopassus di Gedung Bhirawa Yudha komplek Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasura, Jumat, 23 September 2022 pagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasura Kolonel Inf Sabdono Budi Wiryanto, SE beserta jajaran dan sejumlah komunitas masyarakat seperti Kartasura Greget, Anak Korps Baret Merah (AKBM) Jateng, AKBM Yogyakarta, Rescue 79 Untung Surapati, SAR MTA, Pawartos, KRI, Mahemaru dan Solo Spirit

Tema yang diambil adalah Generasi Muda Sebagai Wirausaha Milenial Inovatif Berwawasan Kebangsaan.

Dangrup 2 Kopassus mengatakan giat tersebut bertujuan menjalin silaturahmi dan hubungan harmonis antara Kopassus dan masyarakat.

Pria asal Kabupaten Klaten tersebut menegaskan bahwa komponen masyarakat adalah bagian dari TNI AD.

“Kami mengajak semua komponen masyarakat mendukung pencegahan Covid 19 dengan penerapan hidup sehat,” katanya.

Dangrup 2 Kopassus menjelaskan komponen masyarakat harus menjaga persatuan dan kesatuan demi tegaknya NKRI.

“Kami berusaha menjalin hubungan dengan komponen masyarakat, Kopassus milik semua dan siap membantu masyarakat,” tegasnya.

Kapten Inf Mujahid Anwari memberikan materi tentang semangat gotong royong, menurutnya gotong royong ada dua jenis yakni, gotong royong tolong-menolong dan gotong royong kerja bakti.

“Gotong royong adalah semangat yang diwujudkan dalam bentuk perilaku atau tindakan individu yang dilakukan tanpa mengharap balasan untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama demi kepentingan bersama atau individu,” katanya.

Dia menegaskan peribahasa bersatu kita teguh bercerai kita runtuh sempat populer di kalangan masyarakat Indonesia pada zaman dahulu namun dengungannya kini mulai jarang sekali terdengar.

“Makna dari kalimat tersebut sangat jelas yakni persatuan adalah landasan semangat yang sejak dulu digunakan oleh para pejuang untuk membangun bangsa budaya gotong royong merupakan salah satu perwujudan nyata dari semangat persatuan masyarakat,” ulasnya.

Sementara materi kedua disampaikan oleh Kapten Inf Rastra Widi tentang Bhinneka Tunggal Ika.

Dijelaskannya Empat Konsensus Bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45, NKRI dan Pancasila.

“Ketika kita berbicara sejarah, ketika Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Patih Gajah Mada dengan sumpah palapanya mampu mempersatukan nusantara, kemudian pemuda dengan Sumpah Pemuda berhasil membangun kesadaran menjadi sebuah NKRI,” terangnya.

Dia menjelaskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika bisa ditemukan dalam Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular yang ditulis pada abad 15 pada era Kerajaan Majapahit, Mpu Tantular merupakan seorang penganut Buddha namun merasakan hidup
aman dan tentram dalam kerajaan Majapahit yang bernafaskan agama Hindu.Kemudian oleh Muhammad Yamin Bhinneka Tunggal Ika diabadikan menjadi semboyan NKRI.

“Bhinneka Tunggal Ika merupakan Wahana untuk memberikan keleluasaan bagi semua warga untuk mengembangkan kebudayaan adat istiadat tradisi agama bahasa dan tata kehidupan sesuai dengan lingkungan masyarakat demi memperkuat persatuan bangsa dan hubungan antar warga yang harmonis,” bebernya.

Letkol Inf Irfan Amir, Asisten Teritorial Kopassus mengajak berdiskusi kepada hadirin terkait peran Kopassus dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu peserta dari Kartasura Greget, Andi Zate mengapresiasi sikap Kopassus yang telah beberapa kali mengadakan event budaya dengan melibatkan Kartasura Greget.

“Kami merasakan bagaimana kedisiplinan Kopassus sehingga setiap event budaya yang kami garap bersama dapat berjalan dengan lancar,” tegasnya.

Related posts

Leave a Comment