SDIT Insan Cendekia Kembali Gelar Halal Bihalal

Boyolali- RSC- Setelah absen dua tahun akibat pandemi SDIT Insan Cendekia kembali menyelengarakan Halal Bihalal. Acara saling maaf dan memaafkan ini dilaksanakan di lapangan kampus 2, Senin, 9 Mei 2022.

Ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya acara kali ini juga dikonsep agar siswa bisa menerapkan adab menerima tamu dan bertamu.

Setelah melaksanakan shalat dhuha masing-masing baris keluar teratur dan menyalami guru yang sudah berdiri di lapangan.

Usai bersalaman dengan guru antar siswa pun saling bersalaman dan bermaaf-maafan.

Program spesial penanaman adab bertamu dan menerima tamu langsung dipraktekkan dengan siswa kelas 4-6 bertindak menjadi tuan rumah dimana kelas mereka di desain seperti rumah yang akan kedatangan tamu. Aneka jamuan dan kursi ditata sedemikian menarik agar tamu nyaman.

Sementara kelas 1-3 bertindak sebagai tamu yang akan disambut dengan ramah penuh kehangatan.

Sehari sebelumnya sudah diumumkan agar setiap siswa membawa satu toples kue yang bisa dihidangkan saat acara ini.

Wakil kepala sekolah, Siti Rohmiyatun, mengatakan bahwa acara ini dilaksanakan agar siswa paham tentang adab bertemu dan menerima tamu.

“Dalam Islam sendiri memuliakan tamu menjadi salah satu indikator iman seseorang. Orang yang imannya bagus maka dia akan menghormati tamu. Pun dengan tamu, adab yang baik saat masuk rumah orang lain tidak boleh dilupakan. Inilah yang ingin kami terapkan pada siswa sejak dini,” jelas Siti.

“Salah satu memuliakan tamu adalah dengan memberikan hidangan terbaik untuk tamu. Ini mengapa kemarin kami umumkan kepada siswa agar membawa kue dari rumah. Tujuannya agar bisa berbagi kebahagiaan dengan yang lain,” lanjut Siti.

Siswa juga diharapkan dapat belajar menyampaikan tujuan silaturahim kepada tuan rumah dan menerimanya seperti budaya Jawa.

Fa’iq, siswa kelas IA merasa bangga dapat belajar mewakili teman-temannya untuk menyampaikan tujuan silaturahim dan permohonan maaf pada kakak kelas di hari fitri ini.

“Deg-degan tapi senang,” ujarnya setelah mewakili teman-temannya.

Diharapkan dengan memberikan pengalaman langsung pada siswa tentang adab bertamu dan menerima tamu yang diarahkan langsung oleh asatidz dapat menginternalisasikan adab tersebut pada siswa dan dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

Related posts

Leave a Comment